Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Direktur Eksekutif Center of Publc  Polcy Studies, Bambang Istianto menilai,
Rencana pelonggaran  PSBB oleh pemerintah dalam persiapan menuju “The New Normal” menimbulkan polemik baru ditengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, tidak sedikit para petinggi negeri memberikan tanggapan yang nadanya supaya lebih hati – hati dan waspada jika akan menerapkan kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebab, Indonesia dinilai belum memenuhi standar yang sesuai dalam ilmu epidemologi. Karena itu banyak pihak supaya menunda rencana pelonggaran PSBB menunggu sampai reda, dengan situasi pengendalian transmisi Covid-19 benar – benar dapat dibuktikan,” kata Bambang Istianto, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Menurut ahli epidemiologi,  pelonggaran PSBB  berdasarkan  pada  strategi  “Herd Comunity”   seperti   di   Swedia  untuk  di Indonesia  belum  tepat.    Namun   dilain phak    pelaksanaan   PSBB   selama  tiga bulan      membuat     keadaan      ekonomi pemerintah  dan  juga masyarakat sangat berat.

Terlebih     lagi      pemerintah       dengan keterbatasan         anggaran             harus  menyediakan    anggaran    yang    cukup  menghidupi       kebutuhan        warganya selama    PSBB     pemerintah       merasa tersandera   akibat  kebijakan  yang  tidak konsisten.

Dilema  antara   kepentingan   kesehatan dan  ekonomi  telah  menjadi  pilihan sulit bagi      pemerintah     itu    sendiri      yang membuatnya        gamang.      Pendekatan skala     prioritas    yang    lebih    condong pertimbangan         ekonomi              dalam penanganan     Covid-19     sering    kali  di lapangan   menimbulkan  tumpang  tindih kebijakan  sehingga   pelaksanaan   PSBB belum    maksimal    hasilnya.

Demikian    pula     komunikasi       kepada publik    yang    kurang    tepat     misalnya supaya      hidup      berdampingan       dan berdamai         dengan     virus        Corona, menurunkan    semangat    para   petugas kesehatan    yang   berada   di    lapangan.

Seharusnya  konsistensi  kebijakan  PSBB tetap   menjadi   pedoman   bagi    seluruh jajaran   pemerintah   dari  pusat   sampai daerah       akan      lebih         memberikan kepastian          kepada            masyarakat ketimbang   kebijakan   yang   coba   coba yang  kurang  didukung  oleh  pendekatan sientific    akan      lebih      merepotkan   di kemudian hari.

Sebelumnya,   Mantan   wakil      Presiden Jusuf  Kalla   mengatakan          kebijakan pelonggaran  PSBB  tersebut  mesti  dikaji secara     mendalam.

Baca Juga  Perppu Nomor 1 Tahun 2020 Bertentangan Dengan UUD 45, Kekuatan Parpol Tak Berdaya

Baca Juga  BPJS Kesehatan Naik, Bukti Pemerintah Abai Terhadap Human Capital Rendah

Baca Juga  ICW Minta BPKP Berikan Hasil Audit BPJS Kesehatan

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *