Anggota KPORI: Pernyataan Puan Memalukan, Tidak Mengerti Sejarah

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tangerang | harianperistiwa.com – Pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani beberapa waktu lalu menuai kontroversi dari sejumlah kalangan khususnya orang Minang provinsi Sumatra Barat.

Menurut Ilham, Sebagai orang Minang sekaligus Anggota Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia ( KPORI ) memberikan pernyataan sikap.

Saya sangat menyayangkan pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani yang mengatakan harapan orang sumbar menjadi provinsi yang mendukung Pancasila.

Ucapan seorang Wakil Rakyat Indonesia sangat memalukan dan tidak mengerti Sejarah,” kata Ilham, Anggota KPORI, melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Ilham menegaskan, sebagai wakil rakyat jangan asal bicara. Ingat, kedaulatan Rakyat tetap ditangan Rakyat, bukan ditangan Wakil Rakyat, kedaulatan Negara ada pada Negara, dan kedaulatan Hukum ada pada Hukum itu sendiri. Kedaulatan bukan untuk diwakilkan kepada siapapun,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Anggota KPORI dan selaku orang minang itu, pedoman kami sebagai orang Sumbar, dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, adalah PANCASILA.

Baca Juga  ICW Desak KPK Bongkar Tuntas Keterlibatan Seluruh Aktor

Pancasila yang kami pegang teguh dengan harga mati Yakni:

Pancasila.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Maknanya yang kami ( orang ) Sumbar pegang teguh dengan harga mati adalah :
a. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai Agama dan kepercayaan masing – masing, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk Agama, dan penganut kepercayaan yang berbeda – beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan Ibadah, sesuai Agama dan kepercayaanya. d.Tidak memaksakan suatu Agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Makna tersebut yang jadi pegangan kami orang Sumbar, apakah itu tidak mendukung Pancasila ?, seperti pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani,” tanya Ilham.

Selanjutnya pada sila ke
2. Kemanusian Yang Adil dan Beradab:
Bagi kami orang Sumbar maknanya yang menjadi pegangan kami dalam Berbangsa dan Bernegara adalah:
a.Mengakui persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. b.Saling mencintai sesama manusia. c.Mengembangkan sikap tenggang rasa. d.Tidak semena – mena terhadap orang lain. e.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. f.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. g.Berani membela kebenaran dan keadilan. h.Bangsa Indonesia merasa dirinya,sebagai bagian dari seluruh Umat Manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati, dan bekerja sama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia.
Makna yang kami orang Sumbar Pegang Teguh dengan harga mati, adalah sebagai berikut: a.Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. b.Rela berkorban untuk kepentingan Bangsa dan Negara.
c.Cinta tanah air dan Bangsa. d.Bangsa sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
e.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan Bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan.

Pada Sila ke 4 ini Ketua DPR RI, Puan Maharani, perlu menyimak.
a.Mengutamakan kepentingan Negara dan Masyarakat.
b.Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. c.Mengutamakan Musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. d.Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
e Dengan ikhtikat baik dan rasa tanggung jawab, menerima dan melaksanakan hasil Musyawarah . f.Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. g.Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara Moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai – nilai kebenaran dan keadilan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Maknanya yang kami orang Sumbar pegang teguh dan menjadi harga mati, adalah sebagai berikut :
a.Mengembangkan perbuatan – perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. b.Bersikap adil.
c.Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d.Menghormati hak – hak orang lain. e.Suka memberi pertolongan kepada orang lain. . f.Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. g.Tidak bersifat boros.
h.Tidak bergaya hidup mewah. j.Suka bekerja keras.
k.Menghargai hasil karya orang lain. l.Bersama – sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Ilham menegaskan, Seperti apa maknanya Pancasila yang diketahui ketua DPR RI Puan Maharani ?

Apakah sikap dan pernyataan Ketua DPR, Puan Maharani sudah sesuai dengan makna Pancasila..?

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Camat Himbau Warga Usia Produktif Patuhi Protokol Kesehatan

Sab Sep 5 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 11 Depok | harianperistiwa.com – Camat Pancoran Mas Kota Depok, Utang Wardaya mengatakan, melonjaknya kasus Corona di wilayah Depok kurangnya kepatuhan masyarakat diusia produktif dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Utang, dikantornya, Jumat (4/9/2020). Menurut Utang, berdasarkan hasil rapat zoom meeting kemaren […]
Call Now Button

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X