Banjir Bandang Terjang Kawasan Gunung Mas Cisarua Bogor, Yayasan Baktimed Beri Bantuan

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Bogor | harianperistiwa.com – Bencana banjir bandang menerjang kawasan Komplek Gunung Mas, tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 19 Januari 2021.

Banjir bandang tersebut diduga karena longsor yang terjadi di hulu Sungai Cisampay.

“Di sekitar rumah warga dan di pinggiran sungai terlihat batu serta pohon berserakan akibat terbawa banjir bandang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Diketahui intensitas hujan beberapa hari di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu terbilang tinggi. BMKG bahkan mencatat curah hujan di wilayah Gunung Mas pada Selasa pagi berstatus hujan lebat dengan curah hujan 107,5 mm per hari.

“Korban yang terdampak langsung dan ada yang tidak terdampak langsung. Warga yang terdampak langsung itu ada 40 KK (Kepala Keluarga) atau 145 orang, dan terhadap mereka itu telah dilakukan pengungsian, mereka ditempatkan di 20 titik yang disediakan di sekitar titik banjir bandang.

Yayasan Bakti Nusantara Medika langsung turun kewilayah banjir bandang untuk langsung memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir bandang. Bantuan tersebut berupa, 242 jas hujan, selimut, dan pempers.

Baca Juga  Legislator : Konsil kebidanan penting untuk memastikan perlindungan hukum bagi profesi Bidan.
Yayasan Baktimed

“Aksi sosial ini kita lakukan dengan cara spontan karna sebenarnya kita ini masih baru berdiri ya, jadi sementara ini kita baru memberikan bantuan dimusim hujan ini berupa jas hujan, selimut dan pempers,” kata ketua Bakti Nusantara Medika, Wahid Supriadi, usai memberikan bantuan kepada warga Gunung Mas, Puncak Bogor, Selasa (26/1/2021).

Menurutnya pulau jawa ini kan termasuk ring of fire it happen anytime. Mungkin karna curah hujan yang tinggi dan pengaruh lingkungan yang kurang terjaga.

“Tapi saya lihat disini wilayah pegunungannya cukup hijau ya namun, memang kalau curah hujannya tinggi dampaknya bisa terjadi didaerah-daerah mana saja khusnya pegunungan.

Yang terpenting bagaimana meminimalkan korban manusia, dan bagaimana setelah itu.

Yayasan Baktimed merupakan inisiasi oleh tokoh Dispora yang ada diluar negri. Fokus kepada aksi sosial terutama lingkungan hidup dimana wilayah yang tidak terjangkau oleh pesawat besar.

Saat ini fokus kepada wilayah – wilayah yang bisa dimasuki pesawat – pesawat kecil seperti di Indonesia Timur.
Target kedepan akan menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Baca Juga  Sulaeman: Penanganan Persoalan Papua Harus Secara Manusiawi

Lebih lanjut kata Wahid Supriadi, untuk kedepan harus ada penataan lingkungan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana, seperti standar rumah yang kuat dari ancaman gempa, dan bencana alam lainnya.

Lingkungan penghunian pun harus ditata ulang agar ada keseimbangan dengan adanya resapan air sehingga bisa meminimalisir korban akibat bencana alam.

“Sebenarnya pemerintah punya kewajiban untuk melakukan penataan ruang, seperti diluar negri ada standar mutu membangun rumah,” tutup Wahid.

Kampung Gunung Mas merupakan perkampungan yang berada di dalam areal agro wisata Gunung Mas Puncak yang masih dalam kawasan PTPN VIII.
Bangunan rumah yang ada di dalam perkampungan ini merupakan rumah dinas untuk karyawan dan keluarga karyawan perkebunan teh.

Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Lingkungan Hidup dan mahasiswa ilmu hukum, Kang Wisnu, menyampaikan prihatin terhadap bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Gunung Mas, puncak Bogor ini.

Menurutnya, alam adalah tempat tinggalnya semua makluk, baik yang hidup atau yang tidak.

Beberapa riset yang sudah kita lakukan kerusakan alam cendrung dilakukan oleh manusia, seperti perambahan hutan, yang berdampak kepada bencana alam dan rusaknya lingkungan dan ekosistim.

Baca Juga  Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Pemidanaan Jurnalis dengan UU ITE

Oleh karnanya alam harus tetap dilestarikan agar ada keseimbangan, yang tidak kalah penting, urgensi perlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan hidup di latarbelakangi oleh alasan yang dapat di benarkan secara filosofis, yuridis maupun sosiologis.

Pemerintah Pusat/Daerah harus tetap melibatkan peran serta masyarakat adat, dan para aktivis agar mereka bisa saling sinergi dalam rangka pelestarian alam serta menjaga lingkungan dan kehidupan hayati,” kata Kang Wisnu, di Gunung Mas, Puncak Bogor, Selasa (26/1/2021).

Terpisah, salah satu warga Gunung Mas, desa tugu selatan, kang ipul menuturkan banjir bandang didesa kami ini ada dugaan kerusakan lingkungan diarah hulu sungai sehingga berdampak kepada banjir bandang,”ujarnya.

Dirinya berharap bencana ini tidak terjadi lagi. Saya teh maunya aman dan tentram,” tutupnya.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komisi II DPR Tetapkan 9 Nama Komisioner Ombudsman RI 2021-2026

Jum Jan 29 , 2021
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 151 Jakarta | harianperistiwa.com – Komisi II DPR RI telah menetapkan sembilan nama komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode 2021-2026 dalam rapat musyawarah mufakat DPR RI, hari ini, Kamis (28/1/2021). Penetapan sembilan nama tersebut hasil dari kesepakatan semua fraksi yang ada […]
Call Now Button
X