Baru deklarasi Jokowi-Ma`ruf,Bupati Pakpak Bharat Remigo kena OTT KPK

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu  atas dugaan suap proyek di Dinas PUPR yang baru saja mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019.
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma`ruf membenarkan dukungan tersebut.

Seperti dilansir detik,Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma`ruf,Verry Surya Hendrawan, mengatakan terkait dengan deklarasi yang baru-baru ini terjadi, hampir setiap hari, setiap saat kami di TKN paslon 01 memperoleh dukungan dan deklarasi dari berbagai elemen masyarakat, relawan, unsur ormas di seluruh Indonesia.

Dengan Pak Bupati (Pakpak Bharat) ini beliau ada deklarasi dan beliau hadir. Jadi beliau didaulat sebagai salah satu pimpinan deklarasi tersebut,” kata Verry,kepada wartawan, Minggu,18,11,2018.

Baca Juga  Senator DPD RI, Pemberantasan Korupsi Masih Menjadi PR Besar Bangsa Ini

Adapun Remigo ikut deklarasi pro-Jokowi pada Sabtu (17/11) kemarin, meskipun dia adalah Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat. Verry menegaskan dukungan itu takkan memengaruhi proses hukum yang kini dihadapi Remigo.

“Kami melihat bahwa proses hukum yang terjadi harus tetap kita hargai. Apapun itu ini adalah kesepakatan kita bersama membangun negeri untuk tidak ada proses-proses yang terkait dengan korupsi dan nepotisme. Jadi sama-sama kita hargai proses yang sedang berlangsung,” ujar Sekjen PKPI itu.

Selain itu, menurut Verry, operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhdapa Remigo sekaligus menjadi bukti pemerintahan Jokowi tak ikut campur dalam urusan hukum. Masing-masing lembaga menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Defisit, Pemerintah Akan Naikan Iuran BPJS Kesehatan

“Namun di sisi lain dari aspek politis kami melihat ini sebagai bukti nyata pemerintahan Pak Jokowi tidak dan tidak akan pernah mencampuri urusan yang terkait aspek hukum. Menghargai dan saling menghormati antara eksekutif dan yudikatif yang pada prinsipnya semua proses dalam pemberantasan korupsi demi kebaikan negeri akan kami hormati,” tegas Verry.

KPK mengamankan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu terkait dugaan suap proyek di Dinas PUPR. KPK menduga penerimaan suap telah terjadi beberapa kali.

“Dari kegiatan ini teridentifikasi dugaan transaksi terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat. Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta. Sebagian dari uang tersebut diamankan tim dan dibawa ke Jakarta,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.

Baca Juga  Tim Advokasi Novel: Ungkap Oknum Jendral Yang Terlibat Dalam Kasus Novel

Penulis    : Indra
Editor      : Ade DRM

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polda Jabar tetapkan 9 tersangka Dana Hibah APBD Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

Sen Nov 19 , 2018
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 31 Bandung – Sepertinya Penegak Hukum mulai dari KPK, Kepolisian, harus bekerja ekstra dalam menindak korupsi yang ada di Indonesia khususnya di beberapa daerah Kabupaten Kota. Dengan kesigapan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimus) Polda Jabar telah menetapkan 9 orang tersangka […]
Call Now Button
X