Fraksi Gerindra Panggil Anggotanya Terkait RUU Ketahanan Keluarga

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Rancangan undang-undang Ketahanan Keluarga yang diusulkan anggota DPR dari partai Gerindra, Sodik Mudjahid menuai kontroversi dikalangan masyarakat maupun di media sosial.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPR fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Baca Juga  ICW: Penghentian 36 Kasus Oleh KPK Harus Melalui Mekanisme Gelar Perkara

Dasco mengakui  dalam beberapa hari ini memang kita monitor bahwa RUU ketahanan keluarga itu menuai kontroversi.

Hal itu didapati dari banyaknya pendapat masyarakat yang mengajukan masukan ke DPR maupun di media sosial.

Pihaknya  di DPR dijadwalkan hari ini akan memanggil Sodik dalam rangka meminta paparannya sebagai pengusul RUU tersebut,” kata Dasco, di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, ini harus mendapat perhatian lebih besar, sebelum kami melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap RUU ini.

” Sebagian teman-teman dari fraksi saat ini sedang melakukan inventarisasi masalahnya.

Justru sebagian besar menyatakan tidak mendukung, tetapi nanti akan diputuskan secara fraksi,” imbuhnya.

Karena itu bukan usulan inisiatif dari DPR atau fraksi secara institusi sehingga pada saat ini kita tidak bisa menyatakan mencabut, dukungan atau apapun, karena kita tidak pernah menjadi pengusul secara fraksi,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, menjelaskan alasannya mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga. Sodik menilai keluarga adalah lembaga dasar bagi proses pendidikan hingga pembinaan moral.

“Keluarga adalah awal dan dasar dari semua proses, baik pendidikan, pembinaan, perilaku, moral, ketahanan nasional, dan seterusnya,” kata Sodik kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

“Jika ada UU pengaturan tentang sekolah, tentang ormas, tentang pembinaan kelembagaan, maka harus ada RUU penguatan, pembinaan, dan pengaturan keluarga. Karena keluarga sekali lagi adalah lembaga awal, lembaga dasar,” imbuhnya.

Diketahui, terdapat sejumlah pasal kontroversial dalam draf RUU Ketahanan Keluarga, di antaranya tentang hubungan rumah tangga suami-istri.

RUU ini dianggap terlalu mencampuri urusan-urusan pribadi suami dan istri. Salah satu contohnya hanya istri yang wajib mengurus rumah tangga.

Diketahui, Sodik mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga bersama empat anggota DPR lain lintas fraksi, yaitu Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Ali Taher dari Fraksi PAN, serta Endang Maria dari Fraksi Partai Golkar.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KSPI: Omnibus Law, Sejumlah Hak Cuti Terancam Hilang

Ming Feb 23 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 5 Jakarta | harianperistiwa.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, melalui siaran persnya menyebut, jika RUU Cipta Kerja disahkan, berpotensi menghilangkan hak buruh untuk tidak bekerja dengan mendapatkan upah. Seperti, misalnya ketika sakit, haid, menikah, beribadah, dan lain […]
Call Now Button

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X