ICW Minta Presiden Joko Widodo Harus Segera Memberhentikan ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Pada hari ini, Jumat 23 Oktober 2020, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo perihal permintaan untuk memberhentikan ST Burhanudin dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia.

ICW menilai kinerja Kejagung ST Burhanudin jauh dari aturan hukum yang berlaku. Adapun hal yang melatarbelakangi permintaan ICW tersebut adalah performa Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan ST Burhanudin kerap menimbulkan persoalan, terutama terkait penanganan perkara buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Joko S Tjandra, yang juga menyeret Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat setidaknya ada tiga catatan penting yang harus diperhatikan dengan seksama, terkait kinerja Kejaksaan Agung dalam membongkar praktik korupsi yang melibatkan Pinangki Sirna Malasari.

Pertama, Kejaksaan Agung mengabaikan fungsi pengawasan dari Komisi Kejaksaan (Komjak), yang telah secara aktif mengirimkan panggilan pemeriksaan kepada Pinangki Sirna Malasari sebanyak dua kali.

Kedua, Kejaksaan Agung terkesan ingin “melindungi” Pinangki Sirna Malasari. Ada dua indikasi dua kejadian yang menjadi dasar dugaan tersebut yaitu:

Penerbitan dan pencabutan Pedoman Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian izin Jaksa Agung atas pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap Jaksa yang diduga melakukan tindak pidana dalam waktu singkat;

Wacana pemberian bantuan hukum dari institusi Kejaksaan kepada Pinangki Sirna Malasari;

Baca Juga  ICW Desak KPK Bongkar Tuntas Keterlibatan Seluruh Aktor
Baca Juga  ICW Ingatkan Mantan Napi Korupsi Dilarang Maju Pilkada

Ketiga, Kejaksaan Agung diduga tidak melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada setiap tahapan penanganan perkara.

https://harianperistiwa.com/3361-2/

Di luar itu, Kejaksaan Agung bahkan sudah terbukti melakukan tindakan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara Joko S Tjandra.

Temuan ini merujuk pada pernyataan Adrianus Meliala dan Ninik Rahayu, Anggota Ombudsman Republik Indonesia pada awal Oktober 2020.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, ICW memandang bahwa Dr. ST Burhanuddin S.H., M.H. telah gagal mengemban tugas sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia.

Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinannya, justru tidak mampu menunjukkan profesionalitas dalam menangani perkara Pinangki Sirna Malasari.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Harapkan Calon Kapolri Senior dan Profesional

Sab Nov 14 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 71 Jakarta | harianperistiwa.com – Jelang masa pensiun Jabatan Kapolri Jendral Polisi Idham Azis  pada 2021 mendatang. Namun kini sudah mencuat sejumlah nama menjadi orang nomor 1 di kepolisian. Sedikitnya ada delapan nama yang disebut-sebut masuk sebagai calon kuat dalam bursa […]
Call Now Button
X