Ketum FPPI Dorong DPD Dukung Program Kemenlu dan Kemenkop

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI),  Dr. Marlinda Irwanti. SE.Msi, menyatakan bahwa, koperasi  binaan DPD FPPI  diseluruh Indonesia diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas koperasi yang ada di masing-masing provinsi.

Dengan  sinergis program pelatihan, manajemen dan bantuan dana serta hibah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari beberapa penelitian menyebut bahwa koperasi wanita selama ini   lebih disiplin, jujur dan produktif,” kata Marlinda, di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Baca Juga  Dr. Marlinda Irwanti: Negara Harus Hadir Menyelesaikan Kasus Pemerkosaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia

Baca Juga  Dr. Marlinda: Dana desa Bermanfaat Untuk Kesejahteraan Rakyat

Baca Juga  Ketum FPPI: Pernyataan Kepala BKPM Tendensius Soal Gender

Marlinda berharap  dengan program kementrian koperasi yang mempermudah pendirian koperasi dan membantu koperasi produktif akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti India, yang menjadikan koperasi sebagai landasan kekuatan ekonomi untuk mengurai kemiskinan.

Apalagi di Indonesia koperasi soko guru dapat  meningkatkan ekonomi masyarakat.

FPPI akan mendukung program Kemenlu Retno Marsudi  ingin menjadikan perempuan sebagai agen perdamaian, dan pelatihan-pelatihan perempuan di wilayah-wilayah perbatasan untuk menjadi penjaga perdamaian.

Selain itu, Kemenlu melalui Diaspora  membantu  network/jaringan agar Diaspora ikut membantu  pengembangan dan peningkatan UMKM di Indonesia.

Marlinda berharap, DPD  FPPI yang ada di kalimantan, sulawesi dan Papua  mendapatkan prioritas program-program  tersebut,” tambahnya.

Perkembangan Koperasi Di Indonesia

Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok diterapkan di Indonesia. Karena sifat masyarakatnya yang kekeluargaan dan kegotongroyongan, sifat inilah yang sesuai dengan azasi koperasi saat ini.

Sejak lama bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi.

Diketahui sejarah perkembangan koperasi di India yang mendirikan koperasi kredit ala Raffesian pada tahun 1907 dan menyusun UU yang kemudian diperbaharui pada tahun 1912

UU koperasi India di adopsi oleh Negara Amerika, Afrika & Asia termasuk Indonesia

Pada awal pertumbuhan koperasi di india yang menjadi adalan adalah koperasi perkreditan peternakan sapi perah, pabrik gula dan bank koperasi.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X