Ketum ICMI: Ajak Seluruh Stakeholder Mengawal Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Negara Yang Terpecah-Pecah

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

JAKARTA | harianperistiwa.com – Ketum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof.Dr. Jimly Assiddiqie, SH, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan kepercayaan kepada Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang baru.

“Jangan dicurigai dulu bahwa ini skenario memperlemah KPK. Dulu ada Penasehat, sekarang ganti nama saja menjadi Dewan Pengawas, siapa tahu ada perbaikan,” ujar Jimly, di Jakarta, Jumat (27/12).

Jimly menegaskan, belum tentu juga, kita objektif mengatakan KPK selalu benar. Ada saja kekurangannya. Maka dengan adanya Dewas KPK bisa menutupi potensi kekurangan di tubuh KPK.

Jadi mari kita terima dan kita berikan kesempatan kepada pak Firli dan pak Tumpak dan kawan-kawan untuk bekerja.

Baca Juga  Waketum Gerindra: Ironis, Pemberian Penghargaan Kemerdekaan Pers Untuk Jokowi

Karna kita masih membutuhkan KPK untuk mengawal sistem penyelenggaraan kekuasaan negara yang terpecah-pecah”.

Sebelumnya, Peneliti  ICW Kurnia Ramadhana menilai, KPK dan Dewan Pengawas resmi akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo bukan hal yang menggembirakan, justru mayoritas publik pesimis akan nasib KPK ke depan,” kata Kurnia, di Gedung KPK, Jumat (20/12).

“Bagaimana tidak, lima Pimpinan KPK baru tersebut sarat akan persoalan masa lalu dan konsep dari Dewan Pengawas yang hingga saat ini diprediksi menganggu independensi KPK.

Untuk Pimpinan KPK sendiri ICW mempunyai beberapa catatan. Pertama, sejak awal proses pemilihan Pimpinan KPK menimbulkan kontroversial di tengah publik. 

Mulai dari pembentukan Pansel yang kuat diduga dekat dengan salah satu institusi penegak hukum, tidak mengakomodir suara publik, sampai mengabaikan aspek integritas pada saat penjaringan Pimpinan KPK. 

Baca Juga  KRL Beroperasi Hingga Pukul Tiga Dini Hari di Malam Pergantian Tahun 2020

Kedua, Pimpinan KPK yang akan dilantik pada hari ini diduga tidak memiliki integritas dan diyakini akan membawa KPK ke arah yang buruk,” pungkasnya.

By: Indra/Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *