KPK Amankan 84 Kardus Berisi Uang Rp 8 Miliar dalam Pecahan Rp 20 RIbu dan Rp 50 Ribu Diduga Untuk Serangan Fajar Pemilu

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menggelar jumpa pers terkait Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) terkait kasus distribusi pupuk menggunakan jasa pelayanan atau kapal, Kamis malam, 28, 3, Gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selatan.

Dilansir okzone, Dalam OTT tersebut Tim Satuan Tugas ( Satgas ) KPK menyita uang sejumlah Rp8 miliar. Uang tersebut ditemukan tim satgas dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. ‎

Amplop tersebut sudah tersusun rapi dalam 84 kardus yang diduga akan digunakan untuk serangan fajar Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Baca Juga  Legislator : Dukung langkah Polri dalam menyelidiki rekening Ratna Sarumpaet.

“Tim mengamankan uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan ke dalam ‎amplop-amplop pada 84 kardus,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan.

KPK telah menetapkan Anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka. Bowo ditetapkan tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap.

Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Baca Juga  KPK Tidak Ada Izin, Hasto: Yang Kami Harapkan Surat Izin dan Mekanisme

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Penyerahan uang disinyalir dilakukan di rumah sakit, hotel, dan kantor PT Humpuss sejumlah Rp221 juta dan USD85.130. Uang yang diterima tersebut diubah menjadi pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam amplop-amplop.

Atas perbuatannya, Bowo Sidik dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga  Djoko Tjandra Ditangkap, Ketua Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Polri

Sementara Asty Winasti disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan deak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP‎.

Penulis : Indra
Editor : Agus N

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KRL Tertahan di Stasiun Tanah Abang Mengalami Kerusakan Aliran Listrik Atas

Jum Mar 29 , 2019
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 34 Jakarta – Antrian penumpang di stasiun Tanah Abang, yang sedang menunggu Kereta sangat memprihatinkan. Pasalnya transportasi KRL antara tujuan Tanah Abang – Palmerah mengalami gangguan kabel listrik atas. Saat ini petugas masih berusaha memperbaiki, informasi yang di gali oleh tim […]
Call Now Button
X