KPORI: Kami Sangat Paham Makna Pancasila

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tangerang | harianperistiwa.com – Anggota Kumpulan Organ Rakyat Indonesia (KPORI) sekaligus selaku orang Minang, Ilham menghimbau kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk meminta maaf kepada masyarakat Minang.

Menurut Ilham, pernyataan Puan sangat merendahkan kami orang Sumbar. Kalau dimaknai arti kata – kata Puan seakan-akan kami orang minang tidak mendukung Pancasila,” kata Ilham, Sabtu (5/9/2020).

Jangan ajari kami Pancasila, kami sangat memahami makna dari Pancasila, kami Rakyat Indonesia, kedaulatan ada ditangan Rakyat, bukan ditangan Wakil Rakyat.

Menurutnya, jika ada daerah yang tidak mendukung Pancasila maka daerah tersebut keluar dari NKRI dan mau merdeka sendiri.

Baca Juga  Anggota KPORI: Pernyataan Puan Memalukan, Tidak Mengerti Sejarah
Baca Juga  Anggota Komisi III DPR Minta Yasonna Jangan Berbohong
Baca Juga  DPR Tidak Bacakan Usulan Pansus di Paripurna Penutupan, Demokrat: Ada Apa ?

Kami orang minang sangat kritis memahami bahasa dan tujuan kata – kata. Jadi tolong sebagai Wakil Rakyat berikan contoh yang baik bagi Rakyat Indonesia.

Diketahu sebelumnya, pengumuman cagub-cawagub Sumbar, Puan Maharani sempat berkata ‘semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila’.

Dilansir jpnn, Menurut Guru Besar Universitas Andalas (Unand) Prof Dr Gusti Asnan, pernyataan Puan tersebut sensitif bagi orang Minang.

Jadi pernyataan Puan Maharani bagi orang Minang, dianggap kurang atau tidak mendukung Pancasila. Ungkapan seperti itu sangat menyakitkan,” kata Prof Asnan dalam kanal Hersubeno yang diunggah, Jumat (4/9).

Dia melanjutkan, kalimat Puan yang diucapkan sengaja atau tidak merupakan sebuah tudingan.

Pernyataan yang mengatakan seseorang atau sekelompok orang kurang Pancasila atau tidak Pancasila itu berbahaya sekali. Jadi kata Asnan, sangat pantas sekali kalau kemudian muncul reaksi dari orang Sumbar atau Urang Awak, karena dituding tidak Pancasila atau kurang Pancasila.

Kalau disimak arah pernyataan Puan Maharani bahwa semoga orang Sumatera Barat menjadi pendukung negara Pancasila. Kan berarti dianggap orang Sumbar itu kurang Pancasilais atau lebih dari itu tidak Pancasilais,” sergah ahli sejarah ini.  Lebih lanjut dia mengatakan, ada dua hal yang paling menyakitkan bagi orang Minang, yaitu dianggap tidak beradab dan kafir.

Dia menyebutkan, kemarahan orang Sumbar atau Minang masih belum reda. Ini dilihat dari ramainya pembahasan soal pernyataan Puan.

Saya ikuti perbincangan informal baik di Sumbar maupun medsos, orang Minang sangat tersinggung sekali,”tandasnya.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkot Depok Keluarkan Perwal, Pelanggar Jam Malam Sangsi Rp 10 Juta

Kam Sep 10 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 13 Depok | harianperistiwa.com – Wabah pandemi Covid-19 yang belakangan ini semakin meluas mulai dari wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok bahkan hampir disetiap wilayah Indonesia mengalami peningkatan kasus Corona. Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona Pemerintahan Kota Depok […]
Call Now Button

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X