Kronologis OTT Bupati Sidoarjo dan Kawan-Kawan

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

JAKARTA | harianperistiwa.com – Kegiatan Tangkap Tangan Bupati Sidoarjo dan kawan-kawan terkait Pengadaan Proyek Infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 8 Januari 2020.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Sidoarjo dan kawan-kawan KPK menggelar konfrensi pers.

Dalam pernyataan rilisnya KPK menyebut sangat prihatin dan miris harus mengawali tahun ini dengan informasi kegiatan tangkap tangan terhadap Kepala Daerah di Sidoarjo, Jawa Timur.

Apalagi perkara ini merupakan kasus suap yang terkait dengan proyek infrastruktur yang awalnya diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat, namun justru dijadikan bancakan korupsi.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan 11 orang pada Selasa, 7 Januari 2020 di Sidoarjo, yaitu:

  1.  SFI (Saiful Ilah) Bupati Sidoarjo periode 2010-2015 dan 2016-2021.
  2. SST(Sunarti Setyaningsih), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo.
  3. JTE (Judi Tetrahastoto) Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo.
  4. SSA (Sanadjihitu Sangadji), Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan.
  5. IGR (Ibnu Ghopur), swasta.
  6. TSM (Totok Sumedi), swasta.
  7. IWN (Iwan), swasta.
  8. SNF (Siti Nur Findiyah) swasta, staf IGR
  9. SUP (Suparni) swasta, staf IGR.
  10. N(Novianto) Kepala Sub Bagian Protokol, datang ke Pendopo setelah dihubungi KPK.
  11. B (Budiman), ajudan Bupati SSI.

Kronologis Tangkap Tangan sebagai berikut,

  1. KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.
  2. Setelah memastikan telah terjadi serah terima uang terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, KPK mengamankan IGR, TSM, dan IWN di parkiran Pendopo (rumah dinas bupati) Kabupaten Sidoarjo pada Selasa, 7 Januari 2020 pukul 18.18 WIB.
  3. Dari IGR KPK mengamankan uang Rp259 juta.
  4. Setelah itu, KPK mengamankan Bupati SFI dan ajudannya B, di kantor Bupati pada 18.24 WIB.
  5. Dari tangan ajudan bupati, KPK mengamankan tas ransel berisi uang Rp350 juta dalam pecahan Rp100 ribu.
  6. Kemudian KPK menuju rumah SST, Kadis PU dan BMSDA di kediaman pribadinya pada pukul 18.36 WIB. Dari SST, KPK mengamankan uang sebesar Rp225 juta.,
  7. Kemudian pada 18.45 WIB, N, datang ke pendopo karena diminta datang oleh KPK.
  8. Selanjutnya pada pukul 19.18 WIB, KPK mengamankan JTE di rumah pribadinya.
  9. Dari JTE KPK mengamankan uang sebesar Rp229.300.000. Setelah itu, KPK mengamankan dua staf IGR di kantornya, yakni SNF dan SUP pada pukul 19.40 WIB dan 23.14 WIB. Dari tangan SUP, KPK mengamankan Rp750 juta dalam ransel hitam.
  10. Terakhir, KPK mengamankan SSA di rumah pribadinya pada 00.25 WIB.

Kemudian 10 orang yang diamankan dibawa ke Gedung Merah Putih Jakarta, dan tiba pada sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, total uang yang diamankan KPK adalah Rp 1.813.300.000. KPK akan mendalami lebih lanjut terkait dengan hubungan barang bukti uang dalam perkara ini.

Konstruksi Perkara, diduga telah terjadi:
Pada tahun 2019, Dinas PU dan BMSDA Kabupaten Sidoarjo melakukan pengadaan beberapa proyek. IGR adalah salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan untuk proyek-proyek tersebut.

Sekitar bulan Juli 2019, IGR melapor ke Bupati SSI bahwa ada proyek yang ia inginkan namun ada proses sanggahan dalam pengadaannya, sehingga ia bisa tidak mendapatkan proyek tersebut.

IGR meminta kepada SSI untuk tidak menanggapi sanggahan tersebut dan memenangkan pihaknya dalam Proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar. Sekitar bulan Agustus-September 2019, IGR melalui beberapa perusahaan memenangkan 4 proyek, yaitu:

  1. Proyek Pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar.
  2. Proyek pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar
  3. Proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar
  4. Proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar.

Setelah menerima termin pembayaran, IGR bersama TSM diduga memberikan sejumlah fee kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga  Bupati Sidoarjo Terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK

Ini merupakan penerimaan yang sudah terjadi sebelum OTT dilakukan pada 7 Januari 2020, yaitu:

SSA selaku Kabag ULP diduga menerima sebesar Rp300 juta pada akhir September. Sebanyak Rp200 juta diantaranya diberikan kepada Bupati SFI pada Oktober 2019.

Kepada JTE selaku PPK sebesar Rp240 juta, Kepada SST selaku Kadis PU dan BMSDA sebesar Rp200 juta pada 3 Januari 2020.

Pada tanggal 7 Januari 2020, IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SSI, Bupati Sidoarjo sebesar Rp350 juta dalam tas ransel melalui N, ajudan bupati di rumah dinas Bupati.

Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejalan dengan penyidikan tersebut, KPK menetapkan 6 orang tersangka:

1. Sebagai penerima

a. SFI (Saiful Ilah, tidak dibacakan) Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021
b. SST (Sunarti Setyaningsih, tidak dibacakan), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina
Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
c. JTE (Judi Tetrahastoto) Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan
Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo.
d. SSA (Sanadjihitu Sangadji), Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan

Disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999. sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

2. Sebagai Pemberi

a. IGR (Ibnu Ghopur), swasta
b. TSM (Totok Sumedi), swasta

Disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

By: Indra/Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *