Legislatif: Peraturan Bawaslu dan KPU Harus Diperkuat

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

JAKARTA | harianperistiwa.com – Anggota Komisi II DPR RI, Endro Suswantoro Yahman menyayangkan caruk maruknya proses Pilkada serentak pada tahun lalu.

Pasalnya, banyak kasus- kasus yang tidak terselesaikan, mulai dari kecurangan, money politik dan tidak terkorelasi dengan keinginan rakyat dan peningkatan ekonomi rakyat.

Sehingga demokrasi yang kita bangun menjadi alat legitimasi bagi sekelompok civil society,” kata Endro usai, rapat bersama KPU dan Bawaslu, di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Ditambah lagi kasus suap PAW anggota DPR RI yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Baca Juga  LeCI: Korupsi Suap PAW Dapat Berujung Pembubaran Partai, Dan Menyeret Komisioner KPU Lainnya

Baca Juga  Wacana KPU Akan Pasang Foto Eks Koruptor Disurat Suara, Bamsoet: Sah-Sah Saja

Oleh karna itu menurutnya ini menjadi koreksi besar bagi KPU maupun Bawaslu, sehingga proses Demokrasi berjalan sesuai dengan kehendak rakyat,” kata Endro, politisi PDI-P dari dapil Lampung itu.

Menurutnya selain  peraturan Bawaslu diperkuat, perlu tambahan regulasi untuk perlindungan terhadap pelapor pelanggaran pemilu bagi masyarakat.

Selama ini ketika masyarakat menemukan pelanggaran mereka takut melaporkan, karna tidak adanya jaminan keamanan  bagi pelapor. Dan proses laporannya juga harus dipermudah,” kata Endro.

“Jadi harus ada undang-undang yang baru supaya ada item atau pasal yang melindungi.

Baca Juga  Bupati Sidoarjo Terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK

Diketahui sebelumnya perhelatan Pemilukada, pileg dan pilpres banyak bermunculan saran bahkan tekanan agar pemilu Indonesia menggunakan teknologi sebagai solusi untuk mengatasi masalah pemungutan dan penghitungan suara.

Maka, kata e-voting pun seakan menjadi jimat untuk membereskan masalah demokrasi elektoral.

Baca Juga  Desmon: Gagalnya Penggeledahan Bukti Dari Pelemahan KPK.

Baca Juga  ICW Desak KPK Bongkar Tuntas Keterlibatan Seluruh Aktor

Namun, perjalanannya belum menunjukan perubahan secara demokratis dengan munculnya berbagai peristiwa, mulai dari  meninggalnya petugas TPS, dan proses penghitungan surat suara.

By: Indra/Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *