Mardani A.S: Kasus Harun Masiku Aneh

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menilai,  kasus Harun Masiku aneh.  Seberapa Power full kah seorang Harun Masiku, bahkan menurut Mardani, ia tidak melihat HM bagian dari sembilan naga.

Tidak masuk sebagai orang yang berpengaruh (Pimpinan atau Partai). Ini merupakan ujian paling besar buat KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Dulu KPK punya kewibawaan. Setiap menetapkan tersangka, semuanya taat, nurut dan ikut prosedur hukum,” kata Mardani, di ruangannya, kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Banyak kepala daerah yang ditangkap oleh KPK terdahulu melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), bahkan tak terkecuali dari Pimpinan Partai.

Baca Juga  Demokrat Dorong KPK Temukan HM, Ketua KPK: Sedang Kita Cari

Baca Juga  Direktur Lawan Institute: Hambat KPK, Jokowi Diminta Copot Menteri Yasonna

Namun seorang Harun Masiku sampai hari ini belum bisa ditemukan oleh KPK. Sehingga buat saya kasus ini “aneh.”

“Makin aneh makin menarik perhatian publik. Publik jangan mudah lupa dengan kasus Harun Masiku ini.

Sama seperti publik tidak pernah lupa dengan kasus Novel Baswedan. Jangan melihat Novel sebagai seorang individu, tetapi dia adalah wakil dari sebuah gerakan pemberantasan korupsi yang dilawan dengan cara-cara teror.

Sama seperti Harun Masiku. Buat saya, melawan proses hukum dengan tidak menyerahkan diri, atau tidak diserahkan,” kata Mardani.

Baca Juga  ICW Minta Pimpinan KPK Hentikan Penggusuran Pegawai Berintegritas di KPK

Baca Juga  ICW: UU KPK Baru Terbukti Memperlambat Kerja KPK

Baca Juga  Tanggapan ICW Soal OTT KPK di Sidoarjo

Baca Juga  ICW: 9 Alasan Presiden Harus Memberhentikan Yasonna Laoly Sebagai Menkum HAM

Berkaitan hal itu, apakah KPK dilemahkan atau tidak dirinya  tidak ingin berspekulasi. Jawabannya  sederhana, KPK perlu untuk segera menyelesaikan kasus ini,” tegasnya.

Walaupun ia bisa memahami bagaimana  undang-undang KPK itu secara sistematis tegas melemahkan KPK.

Dalam beberapa hal komisioner juga punya keraguan sehingga, menurut saya cara paling baik untuk KPK menjawab dengan menyelesaikan kasus Wahyu Setiawan dan Harun Masiku secara tuntas.

Ia berharap KPK sekarang  seperti  KPK yang dulu, yang punya taring untuk memberantas korupsi. Ini penting sekali.

Jika KPK tidak bisa mengungkap kasus ini maka seiring berjalannya waktu, maka kepercayaan publik terhadap kinerja KPK akan turun.

Jangan sampai Bangsa yang sudah kita bangun sejak reformasi longsor akibat ketidak percayaan terhadap sistem dan institusi

Wah, nanti bisa esktra parlementer, ekstra konstitusi, repot negeri ini. Cost-nya besar sekali.

Selain itu, meskipun dirinya  bukan di komisi hukum, Ia akan  mengoptimalkan melalui teman-teman di Komisi III, mendesak agar penegakan hukum baik KPK, kejaksaan, kepolisian membantu menyelesaikan kasus ini.

Menurutnya sederhana, tinggal dibuat red notice ke dalam dan ke luar. Ke dalam segera DPO kan. Sehingga ya benar memang ini.

Kalau sudah ada ya kita lihat kerja penegakan hukum seperti apa ketika sudah ada permintaan dari KPK.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *