Novel Baswedan: Penerapan Pasal 170 Tidak Tepat

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

JAKARTA | harianperistiwa.com – Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan memberikan keterangan kepada awak media, di Polda Metro Jaya , Senin (6/1).

Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik karna memberi keterangan ini kepentingan saya juga sebagai korban.

Novel berharap proses penyidikan ini berjalan dengan objektif dan sesuai fakta apa adanya.

Baca Juga  Ketua IPW: Polisi Harus Transparan Buka Kasus Novel ke Publik

Ada sekitar 18 halaman pertanyaan yang di ajukan penyidik kepada Novel. Novel juga memberikan masukan kepada penyidik terkait penerapan pasal

Menurutnya, ia diserang oleh dua orang eksekutor pelakunya berdua yang menyerang satu orang.

Namun, pasal yang diterapkan kepadanya pasal 170, ia khawatir pasal
tersebut tidak tepat, tambahnya. Selain itu, kalau pasal yang diterapkan tidak tepat kan bisa menjadi masalah dalam proses selanjutnya.

Baca Juga  Legislator: Kasus Novel Baswedan Tanggung Jawab Siapa ?

Ia menambahkan penyerangan kepadanya lebih kepada Penganiayaan berat, berencana akibatnya luka berat yang dilakukan dengan pemberatan, jadi ini level penganiayaan tertinggi.

Walaupun ada peluang bahwa penyerangan kepada saya ini upaya percobaan pembunuhan berencana, tentu dua hal itu bisa jadi masukan oleh penyidik untuk bisa melakukan pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga  Tim Advokasi Novel: Ungkap Oknum Jendral Yang Terlibat Dalam Kasus Novel

Novel menegaskan bahwa dirinya tidak kenal yang bersangkutan, dan tidak pernah bertemu, tidak pernah komunikasi atau interaksi lainnya baik kegiatan pribadi atau dinas, karena lanjutnya tidak bisa memberi hal lain terkait tersangka tersebut.

Menurutnya, Ini adalah level penganiayaan tertinggi, walaupun ada peluang bahwa penyerangan kepada saya adalah upaya percobaan pembunuhan berencana tentunya dua hal itu bisa menjadi masukan oleh penyidik untuk bisa melakukan pendalaman lebih lanjut.

Ia berharap penyidikannya jangan sampai hanya menutup atau tidak membuka fakta bahwa penyerangan ini adalah serangan yang sistematis dan terogranisir.

Karna sebelumnya telah dilakukan investigasi oleh komnas ham tentunya hal itu sebetulnya bisa kita lihat bahwa dengan istilah sistematis dan terorganisir berarti pelakunya bukan cuma dua.

Tentunya ada orang orang lain. “Saya tidak tahu apakah penyidik polri bisa mengaitkan orang yang ditetapkan tersangka ini dengan orang yang mengamati saya sebelumnya,”sambungnya

Dengan Hal hal lain yang terkait dengan pihak berkomunikasi dengan eksekutor. Tapi itu banyak hal tentunya akan menjadi fokus dalam proses penyidikan yang dilakukan rekan – rekan penyidik di polda metro.

By: Indra/dV

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *