Pemkot Depok Keluarkan Perwal, Pelanggar Jam Malam Sangsi Rp 10 Juta

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Depok | harianperistiwa.com – Wabah pandemi Covid-19 yang belakangan ini semakin meluas mulai dari wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok bahkan hampir disetiap wilayah Indonesia mengalami peningkatan kasus Corona.

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona Pemerintahan Kota Depok memberlakukan Jam Malam.

Baca Juga  DPRD Menggelar Paripurna Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kota Depok ke 20

Dilansir dari Tempo.co, Sekretaris Satpol PP Kota Depok, Ferry Birowo mengatakan, hari ini pihaknya akan mulai menindak pelanggar Pembatasan Aktivitas Warga alias PAW atau yang sering dikenal sebagai jam malam.

Kalau kemarin kan kami baru sosialisasi ya, sekaligus pendataan tempat-tempat usaha di wilayah, mungkin hari ini (ada penindakan) sesuai Perwal 60/2020,” kata Ferry disela kegiatannya, Kamis 10 September 2020.

Ferry mengatakan, sore hari ini tepatnya mulai pemberlakuan PAW yakni pukul 18.00, Satpol PP akan berkeliling melakukan patroli di seluruh wilayah Kota Depok. “Nanti sore kami akan patroli dan penertiban tempat-tempat usaha termasuk warga masyarakat yang tidak menggunakan masker, saat ini anggota sudah ditempatkan di masing-masing kecamatan,” kata Ferry.

Diketahui, sesuai Perwal Kota Depok No. 60 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, denda maksimal yang dikenakan bagi pelanggar jam malam sebesar Rp 10 juta.

Kita lihat kondisi tempat usaha ya. Kalau memang tempat usahanya agak gede ya kita sesuaikan aja (dendanya),” kata Ferry.

Pembatasan Aktivitas Warga atau PAW pada malam hari di Kota Depok, diatur dalam Peraturan Wali Kota Depok No. 59 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Proporsional. Dalam aturan tersebut, warga dilarang melakukan aktivitas berkumpul di atas pukul 20.00 dan untuk kegiatan toko, pusat perbelanjaan, rumah makan, cafe, dan tempat usaha/pusat kegiatan lainnya hanya sampai dengan pukul 18.00. Khusus untuk layanan antar dapat dilakukan sampai dengan pukul 20.00

Baca Juga  Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD kota Depok Terhadap 4 Raperda dan HUT DPRD Kota Depok

Dalam aturan tersebut, PAW tidak berlaku bagi keadaan darurat, layanan toko obat atau apotek, layanan fasilitas kesehatan, pekerja yang kembali dari aktivitas bekerja, pekerja shift malam serta petugas yang melaksanakan kegiatan pengawasan, penertiban dan pengamanan.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, aturan terbaru di Kota Depok itu untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kepada seluruh warga dan para pihak, kami mengajak dan meminta untuk dapat menerapkan protokol kesehatan secara konsisten, sebagai bentuk ikhtiar kita dalam mengendalikan dan menghentikan penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” kata Idris dalam keterangan persnya Selasa 8 September 2020.

Baca Juga  Walikota Depok Klarifikasi Soal Pernyataan Corona
Baca Juga  Pastikan Kesehatan, 30 Anggota DPRD Depok Jalani Rapid Test

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jelang Pengambilan Nomor Urut, Paslon Walkot Depok Pradi Supriatna Beri Saran ke KPU

Kam Sep 17 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 20 Depok | harianperistiwa.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam waktu dekat bakal menggelar pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok. Ada dua pasangan calon yang ikut serta, Pradi Supriatna-Afifah Alia serta Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. […]
Call Now Button
X