Perpusnas Luncurkan Tiga Aplikasi Berbasis Android

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Ditengah masa pandemi Covid-19 Perpustakaan Nasional kembali membuka layanan melalui tiga aplikasi yakni, Ipusnas, Indonesia wanses, dan Kastara.

Tiga aplikasi tersebut memudahkan masyarakat membaca dan mendownload program-program yang disuguhkan perpustakaan nasional kepada para pencari informasi.

Kelebihan dari aplikasi unggulan yang diluncurkan Perpusnas ini tidak dimiliki oleh negara- negara lain. Hanya di Perpusnas satu-satunya.

Sebelumnya Perpusnas tutup dari bulan Maret sampai dengan 31 Juli.

Yang menarik dari aplikasi ini, terutama dimasa pandemi sangat memudahkan masyarakat mengetahui informasi dari program Perpustakaan Nasional tanpa harus datang dan menjadi anggota.

Cukup dengan Mobile Phone, semua informasi terkait dengan program perpusnas sudah bisa dibuka melalui APP Play store.

Aplikasi ini menawarkan bebeberapa program, seperti ebook dan ejurnal. Sementara Kastara menawarkan cerita naskah – naskah kuno.

Menurut Kepala Perpusnas Syarif Bando, dalam masa pendemi ini terhitung 1 Agustus kita membuka layanan terbatas, yang biasanya rata – rata pembaca perorangnya 4 ribu-3 ribu.

Namun, kita batasi hanya seribu perharinya. Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga  Perpusnas : Kegemaran membaca lebih jelas parameternya.

Seperti scanning, cuci tangan, pakai masker, semua jarak diatur dan semua buku yang sudah dibaca disterilisasi, penyemprotan diruang-ruang baca, life dan ruangan lainnya,” kata Syarif, usai rapat tertutup dengan komisi X DPR, Senayan Jakarta, Rabu, 2/9/2020.

Selain itu lanjut Syarif, dimasa pandemi ini kami menyediakan suatu portal namanya corona pedia.

Baca Juga  Gubernur Lemhanas berikan karya tulis kepada Perpusnas RI.

Corona pedia itu adalah, semua dokumen- dokumen dan bahan bacaan yang terkait dengan teori- teori pencegahan Covid -19.

Dan grafik perkembangan satu negara dengan negara yang lain. Bahkan testimoni dari menkes ada disana, seperti ada orang yang sembuh dari covid ini hanya dengan herbal- herbal.

Seperti minyak kayu putih, kelapa dikasih garam dan itu ada di buku kami. Walaupun tidak ada lisensi dari menkes karna ini cerita dari masayarakat yang mengalami langsung,” ujarnya.

“Jadi perpustakaan ini, apakah informasi ini berguna kepada masyarakat atau tidak berpulang kepada masyarakat itu sendiri,”sambungnya.

Adapun dimasa pandemi ini ada kenaikan 400% dari of line ke online. Sampai dengan Agustus ini kurang lebih pengunjung online kami sudah lebih 20 juta.

Selain punya Program unggulan perpusnas adalah satu satunya program yang dimiliki perpustakaan Nasional yang tidak dimiliki diseluruh dunia . Karna dengan digital ini, tanpa jadi anggota bisa membacanya.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD kota Depok Terhadap 4 Raperda dan HUT DPRD Kota Depok

Kam Sep 3 , 2020
Like Like Love Haha Wow Sad Angry Post Views: 11 Depok | harianperistiwa.com – DPRD kota Depok Gelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 4 Raperda Pemerintah Kota Depok dan jawaban Walikota Depok atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD kota Depok . https://harianperistiwa.com/3361-2/ Rancangan Peraturan Daerah ini […]
Call Now Button

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X