Redaksi : Fungsi dan Pedoman Jurnalistik

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Secara praktis, jurnalistik adalah teknik dan proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media masa.

Berita adalah sebuah informasi yang penting dan menarik perhatian serta menarik minat khalayak pendengar. Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa, opini, kecenderungan, situasi, kondisi interpretasi yang penting menarik, masih baru dan harus disampaikan secepatnya kepada khalayak (menurut Charnley dan James M. Neal). Berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termassa, yang dapat menarik perhatian pembaca, karena sesuatu yang luar biasa, penting, mencakup sisi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.

Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau opini yang tertarik atau penting, atau kedua-duanya bagi sejumlah besar penduduk.

Pada penulisan berita mengandung unsur- unsur 5W + 1H.

  • a) Who (siapa)
    Merupakan pertanyaan yang akan mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kejadian. Disini akan terlihat, nama-nama yang termasuk dalam lingkup berita yang sedang dibicarakan.
  • b) What (apa)
    Merupakan pertanyaan yang akan menjawab apa yang terjadi dan akan mendorong wartawan untuk mengumpulkan fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban dalam suatu kejadian.
  • c) Why (mengapa)
    Akan menjawab latar belakang atau penyebab kejadian. Meski jarang, why bisa dipakai untuk membuka sebuah berita atau menjadi lead berita.
  • d) Where (dimana)
    Menyangkut tempat kejadian. Tempat kejadian bisa tertulis detail atau hanya garis besarnya saja. Biasanya, bila berita berasal dari tempat terkenal, maka penulisannya tidak terlalu mendetail.
  • e) When (Bilamana)
    Menyangkut waktu kejadian. Waktu yang tertera tidak sebatas tanggal, tapi dapat ditulis hari, jam, bahkan menit saat berlangsung sebuah kejadian.
  • f) How (bagaimana)
    Akan memberikan fakta mengenai proses kejadian yang diberikan. Bisa menceritakan alur kejadian bahkan suasana saat suatu kejadian yang diberitakan tengah berlangsung.
    Dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar. Berita memiliki daya tarik, aktual dan akurat dan atau dianggap penting bagi sebagian besar penduduk dan diterbitkan melalui media berkala. Berita yang ditulis, sebaiknya memuat struktur berita.
Baca Juga  Tanggapan ICW Soal OTT KPK di Sidoarjo

Selain itu, lembaga Independen seperti Dewan Pers, berfungsi dan sesuai dengan amanat pasal 15 UU Nomor 40 tahun 1999, pelindung kemerdekaan pers. ”Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.

Jika dulu sebagai penasehat pemerintah, sekarang Dewan Pers menjadi pelindung kemerdekaan pers.”

Menurut Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Pers Dewan Pers berfungsi sebagai berikut :

* Melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain;
* Melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers;
* Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik;
* Memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers;
* Mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat, dan pemerintah;
* Memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan
* Mendata perusahaan pers.

Kualitas berbicara ditentukan dari niat penyampaian . Seorang Jurnalis adalah seseorang yang terus hidup layaknya sumber api dari sebuah sumber kebakaran.

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *