Sartono Hutomo: Kepala BPIP Harus Meluruskan Pernyataan, Minta Maaf dan Mundur

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Jakarta | harianperistiwa.com – Baru dilantik pada tanggal 5 Februari 2020 Kepala Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, dikritik sejumlah kalangan terkait pernyataannya yang kontroversi.

Baca Juga  Sartono H: Pembentukan Pansus Jiwasraya Desakan Rakyat, DPR Jangan Alergi

Baca Juga  PKS: Tiga Kesalahan Fatal Kepala BPIP yang Mengatakan Agama Musuh Terbesar Pancasila

Anggota Komisi VII DPR-RI Sartono Hutomo menilai, sebagai Pejabat Publik harusnya Kepala BPIP lebih Bijak dan Arif dalam mengeluarkan pernyataan.

Pancasila itu adalah Konsensus, yang disusun dan dilahirkan oleh Para Pendiri Bangsa kita yang Paham Agama.

Sebagai cerminan Jatidiri Bangsa. Tetapi harus diingat jatidiri Bangsa yang terkandung dalam Pancasila itu adalah Bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Berketuhanan, Bangsa yang Bergama,” kata Sartono, kepada Media, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga  Soal Cadar, Komisi VIII DPR RI Akan Panggil Menteri Agama

Baca Juga  Wasekjen MUI Apresiasi RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Dalam Prolegnas 2020

Politisi Demokrat itu berharap Kepala BPIP perlu meminta Maaf dan meluruskan pernyatannya dan mundur.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pembina Idiologi Pancasila ( BPIP ) Yudian Wahyudi  menyinggung kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila. Menurutnya, hal itu berbahaya.

Si minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi, kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Kepala BPIP itu.

By: Indra
Ed: Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cuci tangan, jaga jarak ,pakai masker, stay at home,dan jauhi keramaian..Stay Alive and Alert

X