Tanggapan ICW Soal OTT KPK di Sidoarjo

Bagikan Artikel ini ke :
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
10

JAKARTA | harianperistiwa.com – ICW mengapresiasi kerja Penyelidik dan Penyidik KPK karena berhasil melakukan tangkap tangan di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Namun, mesti dicatat, apakah tangkap tangan kali ini memang benar-benar dilakukan atas kontribusi Pimpinan KPK baru atau sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari saat Agus Rahardjo cs masih memimpin KPK?

Sebab saat ini menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, banyak pihak yang seakan memberikan apresiasi atas kinerja dari Pimpinan KPK baru.

Namun, ICW sendiri tidak terlalu yakin tangkap tangan ini berhasil dilakukan atas kontribusi dari Pimpinan KPK baru, kata Kurnia, di Jakarta, Rabu (8/1).

Baca Juga  Sah, Presiden Lantik Lima Dewan Pengawas (Dewas) KPK di Istana

Selain itu, terkait dengan efektivitas UU KPK baru. Mesti ditegaskan bahwa Tangkap tangan yang dilakukan KPK tidak serta merta menghasilkan kesimpulan bahwa UU KPK baru dinilai efektif untuk menjerat pelaku korupsi.

Sebab, ke depan proses perizinan tindakan pro justicia dipastikan akan melambat dengan hadirnya kelembagaan Dewan Pengawas.

‘’Sederhana saja, bagaimana mungkin Tangkap Tangan akan efektif jika penyadapan saja memerlukan waktu lama karena harus melalui izin Dewan Pengawas.

Justru dengan hadirnya Dewan Pengawas pada UU KPK baru malah akan merusak sistem penindakan KPK yang selama ini dikenal cepat, tepat, dan terbukti berhasil menjerat ratusan pelaku korupsi di persidangan.

ICW meyakini KPK ke depan akan menghadapi banyak gugatan praperadilan yang mempersoalkan proses penindakan karena hadirnya UU KPK baru.

Baca Juga  ICW: 9 Alasan Presiden Harus Memberhentikan Yasonna Laoly Sebagai Menkum HAM

Jika itu benar terjadi maka Presiden Joko Widodo dan DPR adalah pihak yang paling layak dipersalahkan atas kondisi tersebut,’’ tutupnya.

By: Indra/Dv

Comments Facebook
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *